Blog Indonesia Bercerita

"Mendidik melalui Cerita". Membebaskan imajinasi anak. Membangun karakter bangsa.

0

#EduStory 30: Lima Kekuatan Cerita

Author : Dwi | May 14, 2012 at 8:25 am

Minggu lalu, di #EduStory kita sudah mengulas bagaimana cerita dapat memfasilitasi proses belajar, selain ceramah dan bermain tentunya. Untuk memperkuat bahasan minggu lalu, rasanya akan afdol kalau kita mengetahui mengapa cerita dipilih untuk memfasilitasi proses belajar anak Indonesia. Ayo, siapa kakak yang tahu? Lanjutkan Membaca →

#EduStory 29: Bagaimana Bercerita dapat Memfasilitasi Proses Belajar?

Kategori :

Tags :

0

#EduStory 29: Bagaimana Bercerita dapat Memfasilitasi Proses Belajar?

Author : rudicahyo | May 7, 2012 at 10:38 am

Apa metode yang paling sering digunakan untuk pembelajaran di sekolah? Biasanya, untuk sekolah dasar dan menengah, metode yang banyak dipakai adalah ceramah. Sementara untuk PAUD atau Taman Kanak-kanak, bermain adalah metode yang biasanya digunakan. Bagaimana dengan bercerita? Lanjutkan Membaca →

#EduStory 28: Cerita Apa yang Membuat Kita Peduli Pendidikan Anak Indonesia?

Kategori :

Tags :
,

0

#EduStory 28: Cerita Apa yang Membuat Kita Peduli Pendidikan Anak Indonesia?

Author : rudicahyo | April 30, 2012 at 8:16 am

Pendidikan itu penting, jauh lebih penting dari sekolah. Iya, kita semua pasti tahu itu, meskipun pendidikan selalu identik dengan sekolah. Karena pentingnya pendidikan, maka setiap orang hendaknya saling menggugah untuk peduli pendidikan buat anak Indonesia. Lanjutkan Membaca →

0

Untuk Apa Membuat Cerita Spesial buat Anak?

Author : rudicahyo | April 25, 2012 at 9:40 am

Anak-anak membutuhkan memiliki sesuatu yang spesial dalam hidupnya. Permainan, jalan-jalan sore, bermain rahasia dan bercerita adalah cara kita membuat sesuatu yang spesial buat anak.  Lanjutkan Membaca →

0

#Edustory 27 : Cerita kasih sayang kepada sesama

Author : Nindia Nurmayasari | April 23, 2012 at 8:16 am

“Aaduuhh…Mamaaaaa…huwhuwhuw…” seketika tangis adik membuncah. Melihat adiknya menangis, si Kakak bukannya membantu menenangkannya tetapi malah tersenyum lebar karena berhasil menguasai mainannya dan langsung asyik main sendiri.

“Kak, ayo berbagi dong sama adik.. mainnya kan bisa bergantian” kata Ibu.

“Enggak… enggak mau!” ujar kakak sambil pergi meninggalkan adik yang masih memangis.

Mungkin kita pernah melihat kejadian seperti itu. Mengapa seorang kakak bisa membiarkan adiknya menangis, dan begitu saja meninggalkan setelah merebut mainannya? Atau seorang yang menginjak kecoa tanpa alasan dan memetik bunga dengan sembarangan?

Mengenalkan tentang kasih sayang di jaman sekarang ini menjadi tantangan tersendiri. Anak-anak harus lebih banyak disajikan teladan dan contoh-contoh keseharian yang mampu menumbuhkan sikap kasih sayang.

Idealnya memang untuk menumbuhkan sikap kasih dan sayang di lakukan sejak kecil, dimana anak mulai dikenalkan bagaimana mengungkapkan sikap sayang terhadap sesama, saling menolong, peduli, mau berbagi dan juga saling menghormati. Selain itu juga mampu bersikap bijak dalam menghadapi perbedaan dan tekanan.

Menurut teori Hierarki Kebutuhan Maslow, kebutuhan kasih sayang adalah kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi. Setiap manusia membutuhkan perasaan nyaman, aman, dan diterima dengan segala kondisinya. Jika hal ini tidak dipenuhi maka akan terjadi penyimpangan dalam diri seseorang.

Salah satu langkah efektif untuk mengenalkan sikap kasih sayang pada anak adalah dengan bercerita. Melalui cerita anak akan di ajak untuk menjelajah ke berbagai kejadian-kejadian dan juga beragam emosi. Secara tidak langsung mengajarkan anak untuk mengenali, merasakan dan menempatkan diri di posisi orang atau makhluk hidup lain.

Nah, untuk itu perlu peran dari kita semua untuk memperkaya cerita-cerita mengenai kasih sayang.  Sekalian ikutan program Faya yah Kak untuk bulan April, yaitu menciptakan cerita untuk anak Indonesia dengan tema “Mencintai Indonesia sejak dari Rumah”. Maka, hari ini, 23 April 2012 kita akan berbagi tentang “Cerita Kasih Sayang terhadap Sesama” di Edustory pukul 19.00 WIB.

Apa ide cerita yang bisa diciptakan untuk menumbuhkan sifat kasih sayang anak terhadap sesama?

0

#Edustory 26: Dimulai dari Rumah, Rela Berkorban untuk Indonesia

Author : Dwi | April 16, 2012 at 8:15 am

Pernahkah Ibu kakak sakit, sehingga beberapa pekerjaan yang biasa beliau lakukan menjadi sedikit terbengkalai?

Iya, peran seorang Ibu sangat penting dalam mengurus rumah – dan ketika beliau sakit, seisi rumah bingung untuk membagi tugas yang Ibu biasa lakukan sehari-hari. Mulai dari memasak, mencuci, membersihkan rumah, dan sebagainya. Nah, sekarang coba kita ingat-ingat sejenak, apa ya yang kita lakukan saat Ibu di rumah sedang sakit? Lanjutkan Membaca →

#EduStory 25: Menciptakan Cerita Kepemimpinan di Rumah

Kategori :

0

#EduStory 25: Menciptakan Cerita Kepemimpinan di Rumah

Author : rudicahyo | April 9, 2012 at 6:34 pm

Setiap dari diri kita adalah pemimpin. Kita menjadi pemimpin untuk diri sendiri, keluarga, lingkunga, organisasi dan sebagainya. Tapi paling tidak, kita adalah subjek pengendali akan diri kita. Iya, kita adalah pemimpin. Lanjutkan Membaca →

1

#Edustory 24: Mencintai Indonesia mulai dari Rumah

Author : Bukik | April 2, 2012 at 2:16 pm

Mencintai Indonesia saat ini adalah pekerjaan berat, bahkan mungkin lebih berat dari mengangkat senjata mengusir penjajah. Mengapa?  Lanjutkan Membaca →

0

#Edustory 23 : Tips Mengendalikan Suasana saat Bercerita

Author : Nindia Nurmayasari | March 26, 2012 at 7:23 am

Apa yang perlu diperhatikan agar cerita dapat tersampaikan dengan baik pada anak-anak? Selain menyusun alur cerita yang menarik, salah satunya adalah bagaimana menciptakan suasana bercerita yang mendukung. Agar cerita mampu diterima dengan baik oleh anak tanpa adanya distorsi, tentunya suasana saat bercerita juga saat menentukan keberhasilan dalam bercerita. Nah, bagaimana mengendalikan suasana saat bercerita yang kondusif baik bagi pencerita maupun bagi anak?  Lanjutkan Membaca →

Mengapa Perlu Menyiapkan Generasi Life-Ready?

Kategori :

Tags :

0

Mengapa Perlu Menyiapkan Generasi Life-Ready?

Author : rudicahyo | March 22, 2012 at 6:33 am

Satu kata kunci yang paling tepat untuk menggambarkan zaman informasi adalah cepat. Kecepatan ini membuat semua orang yang ada di zaman ini berpacu, tak terkecuali anak-anak. Balapan kehidupan inilah yang juga membuat anak rentan stres, sebagaimana dialami oleh orang dewasa. Lanjutkan Membaca →