Blog Indonesia Bercerita

Mendidik melalui Cerita. Membebaskan imajinasi anak. Membangun karakter bangsa.

0

Keuntungan Bercerita Secara LIVE

Author : rudicahyo | February 14, 2013 at 9:19 am

Selain menggunakan cerita yang sudah ada, mengarang cerita sendiri, ada lagi cara yang bisa kita lakukan, yaitu bercerita secara live. Bercerita secara live atau langsung, punya keuntungan yang bisa kita manfaatkan.

Ketika ingin bercerita kepada anak/adik, dari mana Kakak biasanya memperoleh sumber ceritanya? Apakah Kakak menggunakan cerita yang sudah ada di buku? Atau Kakak mengarang cerita sendiri?

Sebagian besar memang menggunakan cerita dari dua sumber. Pertama, cerita yang sudah tersedia di buku atau di internet, seperti yang ada di web indonesiabercerita.org. Kedua, kita mengarang atau membuat sendiri ceritanya. Ternyata, ada alternatif ketiga, yaitu bercerita secara langsung kepada anak sambil melakukan aktivitas. Inilah yang disebut bercerita secara live.

Cerita live adalah cerita yang kita karang dan kita ceritakan kepada anak secara langsung. Kita bercerita untuk mengiringi aktivitas sebagai target perilaku anak. Misalnya saja kita ingin mengajak anak menyukai dan makan sayuran. Kita langsung membuat cerita dan menceritakan kepada anak, mulai dari pergi ke pasar, memilih sayuran, mencuci, memasaknya, menghidangkan, sampai memakannya.

Dengan demikian, bercerita secara live bukan berarti bercerita secara spontan tanpa perencanaan. Bercerita secara live mamng dikarang dan diceritakan langsung, tetapi tetap kita punya tujuan, misalnya mengubah perilaku anak untuk mau atau suka makan sayur, seperti yang sudah dicontohkan sebelumnya.

Kalau sudah ada cerita yang tersedia atau kita bisa mengarangnya, kenapa harus bercerita secara live? Sebagai alternatif cara bercerita kepada anak, tentu saja bercerita secara live punya keunggulan. Apa keuntungan bercerita secara live?

1. Cerita bisa dilakukan secara cepat

Bercerita secara live atau langsung, tidak membutuhkan waktu untuk mencari buku atau mengarang cerita. Kita tidak selalu berada di rumah, perpustakaan atau di depan laptop. Kita juga tidak selalu sedang memegang kertas dan alat tulis, atau mengantongi recorder. Karena itu, bercerita secara live bisa kita lakukan. Kita bisa bercerita saat berada di supermarket, stasiun, jalanan dan sebagainya. Moment tidak datang dua kali. Kita bisa memanfaatkannya sebagai bahan cerita.

2. Anak langsung menyaksikan apa yang diceritakan

Bercerita secara live biasanya diberikan saat ada kejadian atau stimulus di lingkungan. Misalnya saja kita sedang berjalan-jalan di desa, ternyata ada tambak yang ramai dikunjungi orang. Apa yang dilakukan oleh orang-orang tersebut? Kita bisa bercerita tentang memancing dan berbagai aktivitas serta kejadian yang berhubungan dengannya.

3. Melatih kepekaan untuk bercerita secara spontan

Pada awalnya memang tidak mudah bercerita secara live. Namun jika sering dilakukan, malah akan membuat kita piawai dalam bercerita. Kita akan lebih peka untuk menjadikan segala yang kita jumpai sebagai bahan cerita. Ketika menemukan dengan kus kaki, kita bisa gunakan sebagai kepala ular yang bisa bicara. Ketika melihat kupu-kupu, kita bisa bercerita tentang metamorfosis.

Ada lagi, keuntungan bercerita secara live?

Tags: ,

Suka dengan artikel ini?

Seorang bapak dari @bintangABC | CCO @IDCerita | Penulis | Penulis Cerita Anak | Kreator dan Fasilitator Mosaic Learning | Konsultan Belajar, Pemberdayaan Diri, Passion | Psikolog Pendidikan

http://rudicahyo.com/ user

Tulis Komentar

Email Anda tidak akan pernah di share ke orang lain. Wajib Diisi *

*
*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

© 2011 Blog Indonesia Bercerita
Powered by WordPress | Desain Oleh Zulsdesign Studio