Blog Indonesia Bercerita

Mendidik melalui Cerita. Membebaskan imajinasi anak. Membangun karakter bangsa.

27

Pohon Karakter Anak Indonesia

Author : Bukik | January 25, 2011 at 8:59 am

Pohon karakter ini berisi karakter-karakter yang perlu ditumbuhkan kembangkan dalam diri Anak Indonesia melalui cerita anak.

Pembuka
Tetangga saya, sebut saja namanya Tono, adalah anak yang cerdas. Dia pandai menggambar dan berhitung. Orang tuanya juga sangat senang dengan kebiasaannya menggunakan gambar-gambar dalam berhitung. Gambar-gambar yang ia bikin juga mencerminkan otaknya yang dipenuhi simbol-simbol dan kepandaiannya dalam berlogika matematis.

Hanya saja, menurut Tina, Tono tak sepandai dia dalam hal membangun hubungan dengan orang lain. Tono lebih suka menyendiri dengan kanvas dan cat minyak di tangan. Tono juga tidak terlalu peduli dengan lingkungan. Penampilannya kusut dan kausnya lebih sering tampak kotor. Hal ini tentu saja mengurangi rasa senang orang tuanya, meskipun di sisi lain tetap bangga dengan hasil karyanya.

Bang Junet, Om-nya Tono berpikir akan membuat galeri untuk memajang lukisan Tono. Bang Junet berpikir, dengan hasil yang nyata dari menjual lukisan Tono, mungkin orang tuanya sudah mulai mengesampingkan kebisaan Tono yang dianggap buruk. Namun demikian, hasil ini tidak juga mengubah Tono, sehingga ia keseulitan bergaul. Dewasa ini, kebiasaan ini dipandang menjadi kesulitan buat orang tua, karena Tono belum juga punya teman dekat perempuan. Tono pun mulai merasa ini sebagai ganjalan, karena dalam hatinya ia mendambakan ada wanita yang mau menerima dia apa adanya. Keinginan ini tak diimbangi berubahnya kebiasaan Tono dari penampilan dan kebiasaan asosialnya.

Berawal dari masa kecil, kebiasaan itu dibawa oleh Tono. Ini jadi pelajaran berharga bagi Tono yang kesulitan untuk belajar kebiasaan baru dan mendapatkan pasangan. Kali ini dia berusaha agar apa yang terjadi pada dirinya tidak menimpa anaknya. Tono menemukan sebuah panduan POHON KARAKTER.

Tentang POHON KARAKTER
Setiap anak punya peluang yang sama untuk belajar hidup dan kehidupan. Mereka diselimuti dengan kesempatan untuk membentuk diri sehingga adekuat secara pribadi dan sesuai dengan lingkungan. Kemampuan dalam mengubah diri atau mengubah lingkungan agar sesuai dengan diri ini perlu dipupuk sejak anak-anak.

Tono bersyukur diberi kesempatan oleh Tuhan untuk berjumpa dengan POHON KARAKTER. Pohon ini memudahkannya dalam membantu anak belajar memenuhi dirinya dengan bekalnya kelak di kemudian hari. POHON KARAKTER berisi karakter-karakter yang secara keseluruhan akan membangun diri anak. Antara satu karakter dengan karakter yang lain punya posisi masing-masing dan saling berhubungan, mulai dari karakter personal (baik yang hereditas maupun didikan), karakter interpersonal dan karanter sosial yang lebih luas.

Sebelumnya, kita pahami dulu tentang karakter ini. Secara etimologi, karakter dapat diartikan bermacam-macam, sesuai asal bahasanya. Character (Latin) berarti instrument of narking, haressein (Prancis) berarti to engrove (mengukir), watek (Jawa) berarti ciri wanci, watak (Indonesia) berarti sifat pembawaan yang mempengaruhi tingkah laku, budi pekerti, tabiat, perangai.

Sedangkan menurut istilah, karakter dapat diartikan sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang menjadi ciri khas seseorang atau sekelompok orang. Definisi dari “The stamp of individually or group impressed by nature, education or habit.

Kenapa Pohon?
Seperti halnya manusia, pohon juga punya karakter. Tiga ciri utama pohon yang menyerupai manusia. Pohon mendapatkan energi dari dua arah, unsur hara dari tanah dan cahaya matahari dari langit. Manusia juga sama, dia butuh nutrisi atau asupan kekuatan, baik berupa makanan secara fisik, maupun energi psikis. Selain makanan, manusia mendapat asupan energi dari kesadarannya akan kekuatan yang dimiliki. Kekuatan yang dimiliki ini digunakan untuk mencapai impian yang menjadi daya penarik. Sama seperti tanaman atau pohon yang mengarah kepada matahari. Manusia juga bergerak, ditarik oleh cita-cita. Unsur hara didistribusikan dari tempat penyerapannya (tanah) ke arah batang dan dimasak di daun. Daun adalah tempat penyaluran potensi yang dimiliki tanaman. Pengelolaan ide juga serperti daun ini. Secara fisik, otak dijadikan simbol pengelolaan pikiran dan rasa. Kurang lebih seperti ini kemiripan antara manusia dan tanaman.

Karakter anak-anak di POHON KARAKTER disusun berdasarkan posisi masing-masing karakter dalam mengaktualisasikan dirinya. Karakter ini tertuang dalam bentuk performa. Performa ini yang menunjukkan kinerja. Perilaku anak dipengaruhi oleh karakter yang membangun dirinya. Agar kita tahu, bagaimana karakter ini dipenuhi, maka setiap karakter ini akan ditempatkan pada POHON KARAKTER untuk mengetahui posisinya dalam diri anak.

Kategori Karakter Elemen dan Pengertian
Buah :

Karakter yang menjadi dasar pengembangan berkelanjutan bagi seorang anak

Kreatif: Kemauan untuk menciptakan benda/peralatan/cara yang baru, dan berbeda

Kemauan belajar: Kemauan untuk mencari pengetahuan secara berkelanjutan

Kolaborasi: Kemauan untuk berperan aktif dalam tim sesuai kekuatan unik diri dan respek terhadap kekuatan unik anggotatimyang lain.

Daun:

Karakter yang membentuk perilaku seorang anak dalam berinteraksi sosial

Empati: Kemauan mendengarkan dan peduli terhadap yang dirasakan orang lain

Ramah : Kemauan untuk menunjukkan ekspresi positif dan persahabatan pada orang lain

Penyayang: Kemampuan menunjukkan rasa sayang pada orang lain

Berbagi : Kemauan untuk berbagi dengan tujuan membantu orang lain

Batang – Dahan:

Karakter yangmembentuk diri seorang anak

Pengelolaan emosi: Mengenali emosi yang dirasakan dan mau berusaha mengelolanya secara positif

Motivasi diri: Mengenali kemauannya dan mau berjuang untuk melaksanakan kemauan itu

Kemandirian: Kemauan untuk mengerjakan aktivitas dengan kemampuan sendiri, tidak tergantung pada orang lain

Rendah hati: Kesediaan untuk mengapresiasi perilaku dan capaian orang lain

Akar:

Karakter yang menjadi modal dasar, melandasi jenis karakter lainnya

Penerimaan diri: Sadar dan menerima kekuatan dan kelemahan diri (jujur pada diri sendiri)

Berpikir apresiatif: Bersyukur dan mengapresiasi atas suatu keadaan (diri dan orang lain)

Imajinatif: Menciptakan bayangan akan masa depan (yang lebih baik dan seringkali unik)

Rasa ingin tahu: dorongan untuk mencari tahu atas berbagai fenomena beserta penjelasannya

Setiap karakter itu perlu dikembangkan menjadi cerita anak agar tumbuh berkembang dalam diri anak Indonesia.

Penyusun: Rudi Cahyono (@Rudicahyo) &  Bukik (@bukik)

Baca Juga:

Cara Menggunakan Pohon Karakter

Tags: , ,

Suka dengan artikel ini?

Ayah yang suka bercerita pada putrinya

http://bukik.com user

10 Komentar

  1. LAILA RUFIDA
    Posted October 19, 2012 at 7:29 am | Permalink

    Thx, ilmu yg bermanfaat izin copas

  2. Posted November 21, 2011 at 3:32 am | Permalink

    belajar banyak

  3. Posted November 7, 2011 at 1:17 pm | Permalink

    bacanya gak bisa satu kali nih… perlu pendalaman…

  4. Posted October 2, 2011 at 9:28 am | Permalink

    keren idenya tentang pohon karakter…akan saya jadikan pedoman untuk mendidik buah hati kami:)

  5. Posted August 15, 2011 at 12:28 am | Permalink

    artikel yang menarik n menambah wawasan, thx

  6. Posted April 15, 2011 at 3:53 pm | Permalink

    saya sangat berterima kasih atas posting ini karena ini merupakan pengetahuan baru buat saya dan mudah-mudahan akan menjadi dasar untuk mendidik dan membimbing jika saya mempunyai anak, insya Allah.

  7. Posted April 14, 2011 at 3:33 pm | Permalink

    Wah ilmu yang berharga nih, tapi masih belum mengerti bagaimana menerapkannya. Kayaknya harus dibaca ulang nih…

  8. Posted March 6, 2011 at 11:22 pm | Permalink

    Terima kasih atas postingannya, ini memberikan pengetahuan baru buat saya pribadi untuk mendidik anak kelak :D

17 Trackbacks

  1. [...] warni pensil  ibarat bermacam karakter anak yang segera terlukis.  Tergantung sang  pemilik warna yang menentukan warna karakter [...]

  2. [...] mengambil peran pada gerakan pendidikan, gerakan yang mengembangkan anak yang berkarakter sesuai pohon karakter, sehingga bangga pada kemampuan diri sendiri dan jijik untuk melakukan [...]

  3. [...] Pada posting sebelumnya, Ibu Pertiwi telah membahas pentingnya sikap jujur sebagai sumber belajar. Tanpa jujur mengakui keadaan diri, siapapun tidak akan pernah bisa belajar. Tapi sikap jujur anak membuat orang tua jadi dilematis menghadapinya. Bila anak bersikap jujur kemudian dihukum, khawatir anak belajar untuk tidak jujur. Bila anak bersikap jujur tanpa dihukum, khawatir anak melakukan kesalahan yang sama. Lebih-lebih, jujur pada diri sendiri menjadi dasar bagi pembelajaran semua sikap dan karakter, setidaknya bila mengacu pada Pohon Karakter Indonesia Bercerita. [...]

  4. [...] mengambil peran pada gerakan pendidikan, gerakan yang mengembangkan anak yang berkarakter sesuai pohon karakter, sehingga bangga pada kemampuan diri sendiri dan jijik untuk melakukan [...]

  5. By Kontes Podcast Cerita Anak | Erlina Ayu on June 26, 2012 at 5:08 am

    [...] 40 kata) g. Pelajaran dalam cerita (Pilih 1/2 karakter dari daftar di pohon karakter. info http://blog.indonesiabercerita.org/?p=175) 4. Lampirkan foto pencerita yang menarik 5. Kirimkan ke IDcerita@gmail.com dan cc ke [...]

  6. By Suara Kecil « on February 1, 2012 at 4:40 am

    [...] Pohon Karakter adalah panduan mudah untuk membentuk karakter anak melalui cerita. Di pohon karakter disajikan berbagai karakter yang dimiliki anak Indonesia. [...]

  7. [...] selengkapnya [...]

  8. By Suara Kecil « Blog Indonesia Bercerita on July 5, 2011 at 1:05 am

    [...] Kecil dan Pohon Karakter Pohon Karakter adalah panduan mudah untuk membentuk karakter anak melalui cerita. Di pohon karakter disajikan [...]

  9. [...] Nah dalam cerita-cerita yang ada dalam IDcerita adalah cerita yang layak untuk disebarkan adalah cerita yang positif sesuai pohon karakter yang ada dalam IDcerita. Pohon karakter ini merupakan metafor dari profil anak Indonesia yang ideal. Setiap bagian dalam pohon melukiskan kategori karakter dalam diri anak. Semisal, akar melukiskan karakter dasar yang menjadi landasan bagi karakter-karakter yang lain. Daun melukiskan karakter yang berperanan dalam interaksi anak dengan lingkungan sekitar. Setiap karakter dalam pohon tersebut perlu diterjemahkan menjadi cerita anak yang menarik. Sehingga ada banyak cerita anak untuk menumbuhkan sebuah karakter tertentu. Dengan demikian, cerita anak berperan sebagai pembentuk karakter. Inilah yang dimaksud dengan mendidik melalui cerita. Lebih lengkapnya tentang pohon karakter, bisa bacadi sini. [...]

  10. [...] dalam pohon karakter bukan karakter/tokoh dalam cerita. Karakter dalam pohon karakter adalah sasaran yang ingin dicapai dari sebuah cerita. Ada 14 karakter yang menjadi sasaran dalam [...]

  11. [...] Pelajaran dalam cerita (Pilih salah satu karakter dari daftar di pohon karakter). Info : http://blog.indonesiabercerita.org/?p=175 [...]

  12. [...] Nah dalam cerita-cerita yang ada dalam IDcerita adalah cerita yang layak untuk disebarkan adalah cerita yang positif sesuai pohon karakter yang ada dalam IDcerita. Pohon karakter ini merupakan metafor dari profil anak Indonesia yang ideal. Setiap bagian dalam pohon melukiskan kategori karakter dalam diri anak. Semisal, akar melukiskan karakter dasar yang menjadi landasan bagi karakter-karakter yang lain. Daun melukiskan karakter yang berperanan dalam interaksi anak dengan lingkungan sekitar. Setiap karakter dalam pohon tersebut perlu diterjemahkan menjadi cerita anak yang menarik. Sehingga ada banyak cerita anak untuk menumbuhkan sebuah karakter tertentu. Dengan demikian, cerita anak berperan sebagai pembentuk karakter. Inilah yang dimaksud dengan mendidik melalui cerita. Lebih lengkapnya tentang pohon karakter, bisa baca di sini. [...]

  13. By Kontes Podcast Cerita Anak | Klik Hati on April 8, 2011 at 10:47 am

    [...] Cara pengiriman 1. Format file .amr, mp3 atau mp4 2. Subyek Email: Kontes Podcast – (Kategori) (Nama Pengirim) 3. Tuliskan identitas dalam email: a. Nama Pengirim b. Nama Pencerita (beserta Akun Facebook dan/atau twitter) c. Judul Cerita d. Penulis Cerita e. Kategori f. Deskripsi cerita (maksimal 40 kata) g. Pelajaran dalam cerita (Pilih 1/2 karakter dari daftar di pohon karakter. info http://blog.indonesiabercerita.org/?p=175) [...]

  14. [...] Baca juga tentang Pohon Karakter Anak Indonesia [...]

  15. By Ayo Bercerita FAYA! « Blog Indonesia Bercerita on February 2, 2011 at 4:12 am

    [...] Simak topik mingguannya 2. Tulis cerita anak 3. Tentukan hikmah cerita dari salah satu karakter pada pohon karakter 4. Kirim cerita anak ke Indonesia [...]

  16. [...] Setelah menuliskan cerita silahkan simak pohon karakter dan tuliskan 1 – 2 karakter yang dapat dipelajari dari cerita yang anda tulis. Pohon karakter anak Indonesia bisa dilihat di Pohon Karakter. [...]

  17. [...] This post was mentioned on Twitter by robysyafputra, Bukik. Bukik said: @si_enthon9 #idcerita sendiri baru mau nata tema cerita dengan ngikuti pohon karakter ini http://bit.ly/h0WOdt [...]

Tulis Komentar

Email Anda tidak akan pernah di share ke orang lain. Wajib Diisi *

*
*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

© 2011 Blog Indonesia Bercerita
Powered by WordPress | Desain Oleh Zulsdesign Studio